HARI SIBUK, TAPI SENANG



Kopi Jendela, Bintaro.

Pagi hari sudah diawali dengan bangun yang kesiangan. Niat awal, ya jam 6 pagi deh, tapi molor sampe bangun dari kasur aja jam 8 pagi. Semua ini gara-gara dari kemaren selalu bangun di jam 8 pagi. Jadi kaya ke set di diri bakalan bisa berhenti malas di jam 8 pagi.Kenapa bangunnya jam 6 pagi? Ya aji mumpung karena lagi gak solat subuh aja sih.

Kenapa kesal karena hari ini bangun jam 8 pagi? Ya, karena hari ini adalah hari sibuk.

Hahaha…

Jadi, hari ini bisa dibilang hari tersibuk setelah 1 bulan liburan semester. Hari ini, 6 Februari 2023, ada 2 jadwal online class. Jadwal pertama sekitar jam 10.00-11.30 WIB, yaitu kelas Kursus Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh kampus saya. Saya ikut kursus ini karena kebetulan gratis, jadi daripada nganggur lebih baik kesempatan gratis ini saya gunakan dengan sebaik-baiknya. Kelas pertama ini buat saya menyenangkan. Selain dosen yang megajarnya juga asik, Beliau menerapkan pendekatan 2 sisi. Alias, antara dosen dan mahasiswa saling berbicara.

Pada satu kesempatan, Mister, begitu Ia disebut, meminta sukarelawan para mahasiswa untuk bisa berkenalan sesuai dengan pertanyaan yang tertera di layar zoom. Tidak lama kemudian, ada seorang mahasiswa laki-laki yang memberanikan diri untuk melakukannya. Tentu saja ia harus mengatakannya dalam Bahasa Inggris. Ku akui memang tidak terlalu lancara Bahasa Inggrisnya, tetapi percaya diri yang luar biasa mampu membuat saya kagum dengan keberaniannya. Ketika itu juga saya memutuskan untuk ikut berbicara. Setelah satu, dua, tiga orang berlalu, tiba saatnya saya memberanikan diri untuk mengajukan diri. Ketika saya menyalakan mic saya, ternyata saya bersamaan dengan seorang perempuan. Yang awalnya kesempatan hanya diberikan untuk satu orang lagi, jadi berubah untuk dua orang. Karena perempuan itu tak kunjung bicara, akhirnya saya memberanikan untuk berbicara duluan.

Halo, everyone. Let me introduce my self. My name is Astri Rahayu. You can call me Astri. My previous education institutional was public education. That is MAN 10 Jakarta, in West Jakarta. An then, I did choose to study at UIN because is near from my house. Because I live in Ciledug. And why did I choose this major? Actually I didn’t expect that I will accepted in this major. But, I love this lesson when I was in senior high school. What was I expectation by studying in this major? Hm… I don’t really know. But, I will try to knowing that as soon as possible.

Begitulah perkenalan yang saya bicarakan. Saya benar-benar berusaha agar bisa berbicara seperti itu. Rasanya jantung saya seperti ingin melompat keluar dan tangan saya pun gemetar tanpa alasan. But… I did it!

Saya benar-benar bangga setelah melakukannya. Seringkali ketika ingin berbicara sesuatu kepada orang banyak, saya mengurungkan niat. Hanya karena takut akan hal ini dan itu yang berputar di kepala. Dan sesudahnya, hanya ada perasaan menyesal yang tertinggal. Maka dari itu kali ini saya harus berani. Dan saya melakukannya.

Beranjak ke kelas kedua, sekitar jam 14.00-15.00 WIB, yaitu kelas yang diselenggarakan oleh SangSang Univ, dan gratis juga. Agaknya saya sangat suka ya yang gratis-gratis. Kelas ini adalah kelas copywriter. Copywriter ini termasuk salah satu keahlian yang membuat saya tertarik. Entah sih kenapa, mungkin saya melihat diri saya hanya bisa mengetik dan menulis sesuatu.

Ketika kelas dimulai, kelasnya terasa menyenangkan. Saya pun merasa enjoy dalam melakukannya. Namun, secara tidak sengaja saya membuka Instagram dan melihat-lihat Instagram story. Kebetulan saat itu saya melihat Bookoff mengumumkan bahwa mereka sudah memilih orang-orang yang akan diajak kerja sama. Silakan cek email masing-masing, katanya. Entah kenapa saya tiba-tiba kepikiran untuk cek email saja. Siapa tahu.

Oh ya, kenapa saya tiba-tiba cek email? Karena di hari sebelumnya, ada suatu komunitas buku di Instagram, yaitu Bookoff yang menginfokan tentang ajakan kerja sama mereka dalam mengulas buku lawas. Kalau kita berminat, disilakan untuk kirim email kepada mereka yang bersangkutan. Karena saya tertarik, maka saya mencoba untuk mengirimkan email dengan mengatakan bahwa saya tertarik oleh penawaran tersebut. Tetep si, iseng aja. Tapi, siapa tahu.

Saya sendiri merasa nggak percaya diri bakalan lolos, mengingat cara mengulas saya yang belum terlalu bagus dan followers saya juga sedikit. Tapi… BOOM! Pas saya refresh email saya, ternyata dapet dong pemberitahuannya. SO HAPPY!! Beneran kayak nggak nyangka tapi beneran terjadi. Saya mengucapkan syukur sebanyak-banyaknya kepada Allah atas segala halnya. Saya juga bilang bahwa saya akan melakukan yang terbaik. Terima kasih, Bookoff atas kesempatan yang diberikan kepada saya. HEHEHE SO PROUD! Once again, Thank you, Bookoff for the opportunity.

Komentar