Pertemuan Tak Terduga

 

Sejujurnya, entah mengapa kali ini saya merasa sulit sekali menemukan ide. Bukan, bukan sulit menemukan ide melainkan menuliskannya. Saya merasa sulit sekali merangkai sebuah huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, dan kalimat menjadi paragraf yang utuh. Menentukan sebuah jalan cerita yang entah mau ke mana arahnya. Saya bingung.

Cimeng

Saya akan bercerita mengenai pertemuan saya dengan seekor makhluk hidup, yaitu kucing. Saya bukan termasuk orang yang suka merawat sesuatu. Entahlah, saya kurang pandai dalam hal itu. Bapak saya juga bukan tipe orang yang senang memelihara binatang atau sebagainya. Saya juga merupakan orang yang takut terhadap banyak hal, termasuk hewan. Walaupun kucing bukan binatang buas, tetapi saya tetap merasa takut. Beberapa teman yang memiliki kucing terlihat membagikan potret diri mereka yang ‘dianiaya’ majikan mereka, alias kucing. Menyakar, menggigit, dan merusak barang-barang adalah keahlian mereka. Namun, saya melihat teman-teman saya tetap menyayangi mereka, bagaimanapun kelakuannya. Memangnya apa istimewanya seekor kucing?

Awal mulanya memang ada 2 ekor kucing yang suka main-main ke rumah, tetapi mereka sudah ada yang punya. namanya Gemoy dan Sunday/Sundae saya kurang tau. Mengapa mereka suka main ke rumah? Karena sebenarnya mama saya menyukai kucing. Dahulu, sebelum menikah mama memiliki kucing yang bersamanya selama 10 tahun, tapi sayangnya harus Mama tinggalkan ketika mama harus berangkat ke rumah yang sekarang dari rumah yang dulu. Makanya, kucing-kucing itu juga betah bermain-main di sini. Saya sih biarin aja, selagi tidak mengganggu saya dengan keberadaan mereka. Sesekali saya juga turut bermain dengan kucing-kucing itu.

Kemudian, ada seekor kucing yang entah dari mana juga turut ke rumah saya. Ia hanya duduk berdiam diri di ruang tamu depan rumah saya. Sering Mama usir dengan alasan takut membuang kotoran di sana. Namun, ia balik lagi. Diusir lagi. Lalu, balik lagi. Mama pun merasa lelah dan akhirnya hanya membiarkan kucing itu di sana. Ia masih sering datang dan pergi, karena memang tidak diberi makan apapun. Saya pun lama-lama merasa prihatin dengan kucing ini. Masa iya dia seharian tidak makan karena ada di sini. Ketika saya makan, saya akan membagi ayam saya menjadi dua bagian. Satu untuk saya, satu lagi untuk kucing itu. Hal itu terjadi selama beberapa kali. Puncaknya, ketika saya melihat ia benar-benar seperti tidak pergi dari rumah. Hanya berdiam diri dan mengamati orang-orang yang ada di ruang TV. Saya yang merasa kasihan, lalu bergegas ke minimarket untuk melihat berapa harga makanan kucing. Lantas membelinya. Itulah kali pertama saya memberi makan kucing dengan makanan kucing.

Setelah dari itu, saya membeli makanan kucing lain yaitu dryfood. Ia menyukainya. Eh, entahlah bisa saja memang karena dia sangat kelaparan makanya dia suka. Dia saya beri nama Loreng karena warna bulunya yang hitam bercampur putih. Mulanya bapak tidak menyukai kehadiran Loreng, lalu lama kelamaan bapak menyukainya. Bapak juga terkadang suka berbicara dengan Loreng. Malah, bapak memberi nama baru untuknya yaitu Cimeng. Jadilah sekarang ia bernama Cimeng bukan Loreng. Cimeng awalnya hanya dibiarkan numpang makan dan tidur dari pagi sampai menjelang malam. Ketika saatnya semua tidur, Cimeng akan dikeluarkan dari rumah, lalu ia akan kembali saat pagi. Namun, sekarang nampaknya sudah tidak. Cimeng akan seharian di rumah, mungkin begitupun seterusnya. Saya tidak menyatakan saya akan mengadopsinya, saya hanya berpikir akan merawatnya semampu saya.

Saya sering bermain dengannya, sekarang sudah tidak terlalu merasa takut seperti dulu. Beberapa kali saya selalu ingin menangis ketika melihat matanya menatap saya. Ia memiliki tatapan yang sangat tajam, tetapi entah mengapa tatapan itu terasa sendu bagi saya. Mengingat ketika awal ia datang, ia sangat gigih untuk bertahan. Walaupun diusir ia tetap datang lagi. Padahal itu tidak terjadi sekali, dua kali, melainkan berkali-kali. Saya salut. Lalu kembali ke pertanyaan, apa istimewanya kucing? Dengan sejujurnya saya juga tidak tahu, tetapi yang pasti saya merasa senang ketika berbicara dengan mereka (kucing), bermain dengan mereka. Seperti ada sebuah tarikan kuat yang selalu menarik saya untuk bercengkrama dengan mereka. Hanya itu.

Dan sekarang sepertinya Cimeng sedang hamil, doakan ya semoga Cimeng sehat terus.

Segitu dulu cerita tentang Cimeng, hahahah... Thank you🌻

Komentar